Hal yang saya ingat ketika tante saya memberi buku pahlawan nasional, saya baca sampai berulang2. Karena itu sangat keren.
Atau bapak yg lbih memilih membelikan buku daripada membawa oleh2 lain ketika dari luar daerah.
Berpetualang juga asik, dari situlah saya ikutan jadi anggota pramuka sampai lulus sd atau jalan ditengah sawah dekat rumah dengan gank saat sd.
Saat SMP, mengagumi kakak mahasiswa yang berjuang di era 66 dan 98, gegara liat film dokumenter dan baca antologi puisi Taufik Ismail yang Malu (aku) jadi Orang Indonesia. Buku itu tak sengaja saya lihat di perpustakaan sekolah. Kelas 3 smp, saking excitednya lihat buku ttg Soe Hok Gie, saya pinjam kakak kelas di asrama Zaenab, waktu itu tidak ganti seragam dari siang sampai malam karena seru membaca sampai habis.
Pikir saya setelah kuliah nanti mau jadi aktivis mahasiswa. Membela hak2 orang yang perlu dibela. Ikutan aksi. Ah keren bgt pikir saya.
***
Naik SMA, saya bingung mau jadi apa. Tapi masih suka membaca ttg sejarah, tertarik sekali dgn Soekarno dan kisah hidupnya. Mulai ikut ipm kelas 1 sma, dulu kelas 3 mts ikutan tapi kok tes pertama ga diterima.
***
Entah saya jadi mulai suka menggambar, dan ingin masuk ISI, tapi kok b aja ya kemampuannya, pernah juga ingin masuk IPDN tetapi karena saya pendek dan ga suka, karena ke mall saja harus pakai seragam, ingin masuk ilmu pemerintahan, fisipol ugm. Pada akhirnya belakangan ini saya cm bisa foto depan plangnya saja, ketika mengantar teman mengambil brosur s2.
Kelas 2 sma, saya malah masuk jurusan agama. Pikir saya, dasar agama itu penting untuk masuk politik.
Kelas 3 saya malah memutuskan masuk ke kampus pendidikan ulama. Itu tidak bertahan 1 tahun. Semester 2 saya keluar dan memutuskan untuk ke Pare, belajar bahasa. Kata orang-orang gitu.
Karena saya ingin berkembang dan saya rasa saya bukan org yang terllau "lurus" untuk berada di kampus tadi• mikirnya gitu wkwk
Setelah dari Pare sekitar setahun. Kemudian saya mulai kacau, orientasi blm terlalu jelas. Tapi walaupun kacau, 1 hal yang saya baru tau, saya jadi suka desain grafis. Kalo diliat karya awal2 kok malu sendiri, sampai skrg juga masih belajar.
Kemudian kuliah, di umy. Karena tidak perlu repot2 tes. Jadi di umy saja, memilih jurusan yg paling minim biayanya dan kayaknya asik.
Singkat cerita, kuliah di umy tidak terlalu menyenangkan. Saya pikir saya masih bisa mencoba untuk jadi aktivis mahasiswa.
Ternyata tidak, hidup saya benar2 kacau. Mulai depresi. Organisasi kacau, kuliah kacau, hidup saya trntunya kacau.
Awalnya ikut beberapa organisasi internal dan eksternal. Diamanahi untuk mengemban tanggung jawab. Dan... itulah karena masalah psikologis dalam diri sendiri, saya mengundurkan diri sebagai pecundang. Tidak masuk kuliah berbulan2... ke psikolog dan rukyah (ada jinnya kwkwwk) tapi masi gini2 aja.
Entah berapa orang yg membenci saya karena benar-benar tidak bertanggung jawab. Permintaan maaf juga sepertinya tidak cukup. Tapi yasudah itu sudah berlalu. Sebagian besar dari mereka masih baik dgn saya, itu yg patut saya sukuri
Kemudian berhenti vakum beberapa bulan tidak melakukan apapun yg berarti, kemudian mulai bisnis kecil2an. Jualan kaktus.
Alhamdulillah menurut saya cukup lancar. Tapi malas melanjutkan karena banyak alasan dan aga bosen. Kemudian memulai bisnis barang-barang lesswaste. Karena sedih liat penyu yg idungnya kena sedotan dan terlilit plastik.
PTapi berhenti. Karena ambil beebrapa barang dari china dan tetiba corona menyerang. Sdgkn harga disini rada mahal heu
***
Singkatnya, saya blm menemukan hal yg benar2 saya sukai. Mencoba untuk mengajar anak2 lagi, karena sejak sma, sekolah saya mengadakan kegiatan wajib untuk mengajar (ya maklum kweekscool - sekolah guru), program2 ipm yang mengajar anak tpa juga menginspirasi saya untuk ngajar lagi. Asik. Coba2 lagi buat ngajar tpa, jadi relawan untuk difabel, untuk anak-anak pemulung. Ya, saya suka. Tapi entah. Belum se-excited itu. Saya masih lakukan ala kadarnya.
***
Saya coba untuk fokus di desain dan melatih copywriting.
Belakangan ini magang di start up, bagian desain dan tiba2 dapat pemberitahuan kalau masa magang sudah usai dan blm bisa melanjutkan untuk jadi crew tetap. Antara sedih dan instrospeksi karena memang kontribusi saya kurang
Well tiba2 saya jadi menemukan sesuatu
Kenapa saya belum menemukan passion sampai saat ini?
Karena saya bosan dan belum kelar 1 saya loncat ke yang lain.
Memang ketika mau baik, ada saja halangan. Tapi intinya sepahit apapun, jgn berhenti. Lanjutkan sampai kiranya mantep 1 hal. Walaupun sampe "muntah2" karena perjuangan untuk istiqomah. Berenti bentar ga pa2. Asal jalan lagi sampe gerbang kemantepan hati.
...
Sekedar cerita untuk diri saya sendiri. Di umur yang mau 25 .
Sebagai pengingat, pernah berfikir untuk jadi orang yang benar2 progresif, revolusioner.
Tetapi,
Deket2 ini saya rasa, saya blm mampu melakukan hal muluk-muluk dan besar. Pencapaian kecil dalam hidup lupa saya syukuri, padahal itulah hal yang manis untuk saya apresiasi sendiri. Seperti langsung merapikan tempat tidur setelah bangun ~ atau tidak labil dan menyebalkan (nah ini yg sulitnya tingkat dewa) wkwk
***
Mimpi lama ttg jadi aktivis pergerakan, punya prestasi sepertinya terlalu besar untuk saya capai.
***
Singkatnya, saya blm menemukan hal yg benar2 saya sukai. Mencoba untuk mengajar anak2 lagi, karena sejak sma, sekolah saya mengadakan kegiatan wajib untuk mengajar (ya maklum kweekscool - sekolah guru), program2 ipm yang mengajar anak tpa juga menginspirasi saya untuk ngajar lagi. Asik. Coba2 lagi buat ngajar tpa, jadi relawan untuk difabel, untuk anak-anak pemulung. Ya, saya suka. Tapi entah. Belum se-excited itu. Saya masih lakukan ala kadarnya.
***
Saya coba untuk fokus di desain dan melatih copywriting.
Belakangan ini magang di start up, bagian desain dan tiba2 dapat pemberitahuan kalau masa magang sudah usai dan blm bisa melanjutkan untuk jadi crew tetap. Antara sedih dan instrospeksi karena memang kontribusi saya kurang
Well tiba2 saya jadi menemukan sesuatu
Kenapa saya belum menemukan passion sampai saat ini?
Karena saya bosan dan belum kelar 1 saya loncat ke yang lain.
Memang ketika mau baik, ada saja halangan. Tapi intinya sepahit apapun, jgn berhenti. Lanjutkan sampai kiranya mantep 1 hal. Walaupun sampe "muntah2" karena perjuangan untuk istiqomah. Berenti bentar ga pa2. Asal jalan lagi sampe gerbang kemantepan hati.
...
Sekedar cerita untuk diri saya sendiri. Di umur yang mau 25 .
Sebagai pengingat, pernah berfikir untuk jadi orang yang benar2 progresif, revolusioner.
Tetapi,
Deket2 ini saya rasa, saya blm mampu melakukan hal muluk-muluk dan besar. Pencapaian kecil dalam hidup lupa saya syukuri, padahal itulah hal yang manis untuk saya apresiasi sendiri. Seperti langsung merapikan tempat tidur setelah bangun ~ atau tidak labil dan menyebalkan (nah ini yg sulitnya tingkat dewa) wkwk
***
Mimpi lama ttg jadi aktivis pergerakan, punya prestasi sepertinya terlalu besar untuk saya capai.
Bacaan2 saya sudah kalah jauh dari teman2 yang semakin mengerikan besarnya minat baca mereka. Saya benar-benar ketinggalan. Mereka sudah menguasai pemikiran timur barat, sosialisme kapitalisme seakar2nya, bahkan filsafat yg mendasari pemikir2 hebat dunia. Ah sudahlah. Mau dikejar saya blm mampu.
...
Udah ya
Nyaman-bisa menguasai diri sendiri dan bisa tetap bermanfaat maupun dgn hal kecil bagi org lain, itu yg mungkin terlihat relevan untuk dicoba saat ini.
***
Fyi,
2 bulan belakangan saya tidak keluar rumah, bukan karena takut corona. Saya lbih banyak diam di kamar, bahkan untuk keluar teras pun tidak. Tidak menyapa tetangga dan bersikap sedikit ansos dgn keluarga. Memang menyebalkan
Waktu2 ini ...Saya banyak merenung dan berfikir. Kemana saya harus berjalan lagi. Bagaimana saya harus bergerak. Walaupun lagi lagi masih kacau. Tugas pun ada yg belum terkerjakan.
Tapi yasudah.
Mencoba menciptakan bahagia itu penting dan hak segala bangsa.
~
Memang saya bukan orang pintar, stabil dalam emosi, dan berhasil seperti teman-teman saya skrg ,tapi saya sedang berjalan ke arah itu dan akan terus menerus berjalan walaupun sulitttt dan jatuh bangun. Jika Tuhan memberi saya jalan, saya mau punya uang sendiri, karena jika saya labil, orang tua tidak perlu lagi keluar duit untuk bayar kuliah saya yg blm kelar ini.
Nyaman-bisa menguasai diri sendiri dan bisa tetap bermanfaat maupun dgn hal kecil bagi org lain, itu yg mungkin terlihat relevan untuk dicoba saat ini.
***
Fyi,
2 bulan belakangan saya tidak keluar rumah, bukan karena takut corona. Saya lbih banyak diam di kamar, bahkan untuk keluar teras pun tidak. Tidak menyapa tetangga dan bersikap sedikit ansos dgn keluarga. Memang menyebalkan
Waktu2 ini ...Saya banyak merenung dan berfikir. Kemana saya harus berjalan lagi. Bagaimana saya harus bergerak. Walaupun lagi lagi masih kacau. Tugas pun ada yg belum terkerjakan.
Tapi yasudah.
Mencoba menciptakan bahagia itu penting dan hak segala bangsa.
~
Memang saya bukan orang pintar, stabil dalam emosi, dan berhasil seperti teman-teman saya skrg ,tapi saya sedang berjalan ke arah itu dan akan terus menerus berjalan walaupun sulitttt dan jatuh bangun. Jika Tuhan memberi saya jalan, saya mau punya uang sendiri, karena jika saya labil, orang tua tidak perlu lagi keluar duit untuk bayar kuliah saya yg blm kelar ini.
Hmm, Jika mau hidup sempurna, ya hanya di surga. Di dunia ya memang beginilah ya wkkw.
Kalo sudi, semoga Allah mau memberi makhluk penuh dinamika pahala dosa seperti saya, tempat yang bahagia sebagai akhir dari nafas ini nantinya...
***
Begitulah~ tulisan yg mengalir saja.
Kalo sudi, semoga Allah mau memberi makhluk penuh dinamika pahala dosa seperti saya, tempat yang bahagia sebagai akhir dari nafas ini nantinya...
***
Begitulah~ tulisan yg mengalir saja.
Saya seperempat abad bulan ini
Semoga saya berhasil melewati masa kelam dalam hidup saya beberapa tahun belakangan dan berjanji tidak masuk ke kebodohan yang sama lagi.
Happy July Dil
Walaupun kamu menyebalkan,
Tapi yasudah. Jalani aja dulu ~

Komentar
Posting Komentar