"YouTube lebih dari TV...!"
Kata lagunya Young Lex dan kawan-kawan sih gitu. Mau nonton TV juga acara yang bagus ada siaran ulang di yutub. Ada beberapa channel yang saya suka. Tapi ga banyak,
Dan,
Salah satu yang ngebuat saya betah adalah
Saya menemukan apa yang harusnya saya nonton di :
"Menjadi Manusia"
***
Channel yang sudah memiliki 273k subscribers dan 100++ video tentang pandangan orang yang memiliki background hidup berbeda. Saluran youtube ini digawangi oleh 3 orang yaitu Adam, Rhaka dan Vinny. Berangkat dari kegelisahan yang sama, dari kekurangan diri, bingung bagaimana menebar manfaat, kemudian mereka bertujuan agar orang bisa open minded dengan kejadian dan tingkah laku-hati orang sekitar.
Yang Utama ialah ; bagaimana ada cara untuk bermanfaat bagi orang lain dan agar kita saling mengerti satu sama lain.
Mereka juga menuliskan definisi yang lebih baik dari yang saya tulis diatas (wkwkwkw) :
Menjadi manusia adalah sebuah social platform untuk mereka yang ingin berbagi dan mendengar cerita tentang kehidupan dari berbagai sudut pandang dan diharapkan mampi menjadi sebuah tangga untuk mendapatkan setitik harapan bagi mereka yang memiliki persoalan dalam kehidupan.
Terbentuklah channel ini.
***
Perspektif
Walaupun katanya, kita tidak perlu menjelaskan diri kita siapa kepada dunia karena yang membenci juga ga percaya, dan yang suka juga ga butuh. Tapi kadang-kadang di kasus yang lain, kita perlu mendengar perspektif orang tentang dirinya, tentang bagaimana ia melihat dunia. Karena setiap orang punya pikiran dan latar belakang yang beda. Tidak bisa kita paksa harus persis sama.
Nah, itu yang ditawarkan channel ini.
Gimana kita mendengar perspektif orang yang berbeda, dengan background kehidupan yang bermacam-macam. Jadi, pandangan kita tidak melulu tentang A, padahalada B,C,D,....dst yang perlu kita dengarkan juga.
Di kanal yutub ini kita akan mendengar, dan mungkin bisa sambal mencoba, menempatkan diri….jika kita berada diposisi seperti cerita penutur kisah. Apakah yang kita lakukan? Bisa kah kita berjuang dengan kisah yang mereka alami. Ya setidaknya kita dididik menjadi orang yang bersimpati, mengambil hikmah dan belajar berpikir bahwa manusia itu istimewa dengan segala kurang dan lebihnya. Beberapa kisah yang pernah di upload adalah tentang :
Perspektif mantan transgender, seorang yang mengidap skizofrenia, mantan lesbian, seorang ateis, kisah tentang seorang genderqueer, cerita orang minoritas, tentang seorang yg tidak memilki bagian tubuh lengkap, orang yang mati suri, pendapat seorang putri Indonesia tentang kehidupannya, ada juga tentang tolak ukur orang dalam nyari pasangan hidup dan banyak cerita lain.
Kadang ada juga sesi ngobrol, yang bikin saya mikir. Setiap orang punya uniknya sendiri, yang sebenernya bakal asik untuk dibahas. Trus kadang ada monolog juga. Rada baper urang jadina. Hehe.
Cukup variatif.
Inspiring wagelaseh!
***
Gaes,
Seringkali kita berpikir menjadi manusia paling sedih di dunia, paling menderita, paling nelongso.
Padahal ada banyak orang dengan cerita yang lebih sedih, dan kita malu bahwa masalah kita tidak ada apa-apanya disbanding dirinya. Kita rasa berat, memang berat. Tetapi untuk lebih bersyukur. Tengok lagi orang lain yang memiliki ujian yang (menurut kita) ternyata lebih lebih lebih berat dan mereka kuat menghadapinya. Semoga kita begitu juga ya?
Seringkali kita berpikir untuk menyalahkan manusia yang tidak sama dengan kita. Ya. Karena tidak sama.
Padahal yang membuat indah adalah bagaimana jika berbeda, kita bisa saling menghargai. Saling mengerti bahwa ada keunikan yang dimiliki oleh orang lain. Terlepas dari benar-atau-salah, yang jelas, untuk lebih legowo ; lihatlah manusia dari sisi kemanusiaanya.
Jikaa memang nanti ada hal-hal yang melanggar norma agama atau nilai kebenaran yang tidak sesuai dengan agama tertentu. Kita bisa bicara lain waktu? Diranah bahasan yang berbeda. Karena perlu dicatat...open minded bukan berarti bebas terbatas. Tetapi kebebasan yang sebenarnya pun ada batasnya. Kalo seenaknya namanya kebablasan.
Lain waktu kita bicarakan :)
***
Nonton menjadi manusia tuh sebenernya kayak healing buat diri saya sendiri. Jadi kenal orang lain, karena pertemanan saya juga tidak terlalu luas, ga sering nongkrong sama circle sana atau circle sini. Ya rada kuper kayaknya. Cuma sebenernya dari lubuk hati yang dalam, saya pingin deket sama banyak orang. Karena kayaknya asik. Tapi sulit. Mungkin, kadang karena saya bisa jadi introvert ato jadi super extrovert. Tergantung musim.
Atau mageran?
Atau anti social ? Hah?
Yaudah.
***
Jadi mikir, kadang kita benci atau ga suka sama orang karena kita belum kenal. Toh, kalo udah deket dan sayang, tau cerita dia, segimanapun orang itu, bisa kita terima.
Iya, dia sebagai manusia, kita akan selalu terima. Tetapi jika ada perlakuan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, semoga perlahan kita semua bisa berubah jadi lebih baik.
***
***
Oh iya…
Saya rasa tulisan kali ini lompat lompat. Maapkeun ya.
Tapi walopun begindang, ada 1 hal yang rada nyesss masuk ke hati.
Apa tuh???
Apa tuh???
Menjadi Manusia,
Dalam logonya terdapat tanda koma { , }
Tau kenapa ? karena manusia selalu berproses, selalu menemukan koma-koma-koma dan berlanjut, habis dari satu urusan ke urusan yang lain, berbenah dari fokus yang satu ke fokus yang berbeda...hingga nanti berhenti, pada sebuah titik.
Semoga semua titik, semua pemberhentian kita adalah sesuatu yang baik. Semoga :)


Komentar
Posting Komentar