Kenapa Malam Sulit Berkedip? (Surat untuk Seseorang)


Seperti malam-malam sebelumnya. Saya sulit tidur. Nocturnal, hidup di malam hari dan siangnya molor. Malam kayanya asik, soalnya sepi. Orang pada tidur. Egois yak? Pengen nguasai sepi sendirian.
Ya kadang banyak yang dipikirkan, dan tidak selesai. Di otak berkumpul tapi realisasinya ga tau gimana? 
Sekarang saya sedang guyon dengan diri sendiri. Dari tadi buat status lalu hapus, buat lagi hapus lagi. Norak mungkin iya. Sekedar nethink dengan diri sendiri. Terus ga tau harus gimana, mau tidur males, mau produktif juga. What should I make? Not for now dear.
 Saya pernah liat status orang, kalo seseorang sering buat status di sosial media, sebenernya dia kesepian. Mungkin beda lagi kalo jualan, kan promo yak? haha.
Iya saya kesepian lalu tampaknya mulai benci ramainya dunia nyata.
tapi kali ini saya
tidak sedang pamer kesedihan
image
Ini dia surat untuk seseorang...
~
Yang sedang di jalan sunyi. Jalan sepi dan sendirian. Banyak kata orang yang sebaiknya perlu ditelaah. Kata-Kata orang yang entah karena dengar langsung, diberi tau orang lain atau memang pantasnya dibicarakan begitu (iya, kau sudah sadar). Yasudah
Tapi untuk orang yang sedang saya surati ini.
Pelan-Pelan saja dalam berjalan. Ini berat dan kadang kau akan jadi aneh di mata orang lain. Pun, terpaksa harus jadi orang yang aneh + sok menyenangkan mungkin itu bonus dan nanti kau akan kesepian lagi, jatuh lagi, bertengkar dengan hati-mu. Tapi tenang saja, tetap berjalan...kata seorang kawan, jalan terus...kalo jatuh, bangkit lagi, tapi jangan mundur dan kembali terperosok. Yah, lagi-lagi walaupun begitu. Carilah cara agar perlahan bisa bangkit lagi. Terus begitu.
Bukan sekarang sayang, sekarang kau tak usah jadi wondergirl yang memenuhi kriteria A dan B. Cukup jalan aja deh, sempoyongan jg ga pa2.
Pelan-Pelan, biarkan jalanmu sunyi, sedikit lagi terang. Iya sedikit lagi.
Toh jika kau tetap berjalan terus ke depan nanti semesta akan menunjukan. 
Lapangkan lagi, ayo kita jalan lagi.
Sedikit tidak apa-apa, mau diam dulu? tapi masih mau jalan kan? Iya ga apa2 menjadi sesuatu yang menyebalkan. Iya ga pa2.
Kalo dipikir ga sepi banget si. Ada malaikat-malaikat yang memang selalu ada di samping. Mereka ga bersayap. Siapapun itu, terimakasih yang banyak sekali. Tapi entah, saya masih saja terbodohi dan menikmati kata "sepi".
Ya begitu saja.
Tidur saja. Hari ini kita sudah cukup berbincang.
~
Untuk seseorang,
Untuk Dila,
Untuk diriku sendiri
Terima kasih, masih mau membaca surat ini. 
~
Dari orang masih berdamai dengan zona nyamannya.
Kemarin kita sudah mati, Semoga ada jalan untuk lebih baik esok hari :)
image


Komentar