Memangnya siapa yang mau baca blog ini?
Hati-Hati nanti ketularan go-blog lo.
Sebenarnya itu becanda.
Kadang yang penting adalah menertawakan diri sendiri. Di depan kaca. Memaki diri sendiri.
Ah, kamu kok konyol sekali bangs#&#&#**@T
Nyatanya saya sulit untuk sumpah serapah dan meludahi orang, kecuali diri saya sendiri.
Walaupun sekarang saya sedang benar kecewa. Tapi nanti bisa dipidanakan, bukan itu. Bukan.
Memaki adalah tidak sopan, itu aturannya.
Bagi kamu yang sudah beranjak quarter life dan sebentar lagi akan ada petualangan2 baru, krisis2 baru tentang dunia yang makin nyata dan terpampang jelas depan mata.
Walaupun sampai sekarang, Who Are You...or Who Am I belum pasti bagaimana. Setidaknya, titik cerah itu ada.
Manusia tidak pernah bisa bohong kepada diri sendiri. Karena ia punya nurani. Jika salah sebenarnya ia tau, hanya saja...segumpal daging yang bernama hati itu berdebu, yah berdebunya tambah, kemudian sulit dibersihkan. Makin kotor makin bebal. Hanya, kalau sabar membersihkan sedikit demi sedikit debu itu akan hilang begitu saja. Biarkan enyah.
~
Hakikatnya hidup adalah belajar jadi benar, belajar bangkit ketika kalah, belajar tetap tegak berjalan maupun sudah ingin pingsan untik tegak
~
Jadi, jika pernah salah melangkah bukan berarti kau benar-benar salah. Ya saat itu kau salah. Namun, lebih biadab jika kau lupakan rasa sesal dan mengulangi hal yang sama. Bahkan sapi pun tak akan menginjak kubangan lumpur yang sama di jalanan. Tidak percaya? Tanyakan pada sapi yang makan rumput disana. Berdialoglah dengan rasa.
Karena kau bukan sapi. Manusia bahkan bisa lebih
Lebih binatang
Atau
Lebih "manusiawi"
Tinggal pilih saja.
Komentar
Posting Komentar