Comfort Zone


Zona Nyaman.
Keluarlah dari zona nyaman.
Katanya gitu.

Sebenarnya apa yang salah ketika kita berada di zona nyaman. Apakah ketika di dalam ruang itu kita tidak bisa berkembang?
Banyak orang yang memaksa diri untuk keluar dari zonanya walaupun banyak juga yang sebaliknya. Tapi masing-masing orang punya cara sendiri untuk hidup. Dia perlu temukan sendiri bagaimana harusnya ia berbuat.

Dulu,
Saya sering berpikir bahwa menjadi keren adalah mengikuti "keren" versi si A B C atau D. Btw mungkin memang beliau-beliau itu awesome. Cuma saya mulai lah berfikir untuk bahagia dengan cara sendiri dan dengan versi sendiri.

Sudah berkali-kali saya coba untuk mengikuti dan mendengar kata-kata orang lain, "kamu tu harusnya begini...kamu tu harusnya begitu.." ,,,, " kalo kamu gitu terus kapan berkembang?"..."kamu aneh!" dan banyak sikap serta ide saya yang menurut orang "aneh" dan patut ditertawakan. Who cares? (But honestly I do really care)

Well, begitu terus dan akhirnya stress. Menjadi orang lain dan bahkan tidak kenal diri sendiri. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari zona tidak nyaman itu. Sendiri...dan menemukan harus kemana berjalan. Sendirian

Dulu,
Saya berpikir untuk membahagiakan semua orang, ga enakan karena ga sesuai sama yang orang mau. I was depressed. Jatuh dan hampir saja "mati."

Akhirnya beberapa waktu belakangan ini, saya pelan-pelan bangun lagi dan memang ga selamanya kita harus keluar dari zona nyaman. Ga selamanya zona nyaman itu buruk. Nyamanlah dengan dirimu. Temukan caramu sendiri. Kita pantes kok buat bahagia.

Dan untuk orang-orang dengan tingkat kelabilan tinggi. Mulailah menghargai dirimu sendiri. Mulailah merasa nyaman dengan dirimu...dengan kamu yang benar-benar kamu. Bukan karena orang lain yang memaksa harus jadi seperti apa. Memang dengar kata orang perlu dan butuh jadi sokongan jiwa. Tapi anggaplah saja analogi santan, parutan kelapa itu akan lebih lembut, lebih jernih, lebih bernilai mahal harganya ketika diperas dan dipilah antara ampas serta airnya.

***
Karena perlahan semesta akan menunjukkan, dimana kau harus berjalan. Sekotor apa jiwa dan batin, tapi pasti Yang Diatas memberi tau bagaimana harus bertindak.

Sekarang saya memilih berada di zona nyaman. Berterimakasih pada diri sendiri yang sudah berjuang menjadi dirinya. Mulai menata kemana harus melangkah. Katak memang tak baik jika di dalam tempurung. Orang akan hebat jika menantang dirinya bisa atau tidak melakukan sesuatu. Tapi saya lebih memilih hidup dalam kotak-kotak diri dan bereksperimen hebat di dalamnya. Mencoba memformulasikan rumus-rumus ajaib bagaimana yang ideal untuk kita jalani.
Bukannya amalan yang lebih disukai itu yang kecil dan terus menerus, bukan hal instan besar dan hebat?
Biar yang saya lakukan kecil dan tidak berarti mungkin dihadapan orang. Tapi Yang Maha Adil pasti mengerti. Pasti.

Semoga
dan
Selamanya Semesta mendukung


Terimakasih Dila :)
Just Do Your Best

Komentar