Ini bukan hadiah, cuma sekadar bacaan garing buat kakak-kakak saya yang baru saja menempuh hidup baru. Baru sekarang kepikiran mau buat tulisan ini -_-"
![]() |
| Bukan Kado |
***
Fase-Fase kehidupan memang akan selalu kita tinggalkan perlahan untuk menapaki yang sedang ada di depan mata. Tapi kadang kisah-kisah manis masa lalu anggap saja sebagai gula di kopi hitam dalam cangkir setiap pagi.
Jadi begini, kakak yang jadi mempelai perempuan ini kakak sepupu saya. Tapi setidaknya kita pernah kecil dan nakal bersama, ketemu beberapa kali setahun saling konyol dan dimarahi tante-tante atau nenek kalau nakal. Kemudian beranjak besar, dan pernah tinggal seatap satu tahun, satu kamar sekitar 2 bulan. Ke Malioboro sering berdua , yah mungkin mengerjakan banyak hal bersama. Banyak hal.
Ketika ikrar sudah diucapkan, janji untuk saling setia dalam bingkai ibadah, pernikahan. Yang ingin saya katakan ialah, jaga kakak saya ini baik-baik. Banyak kekurangan yang mungkin ditemui kemudian hari. Tapi itu bukan alasan untuk saling membenci, tapi konflik itu anggaplah sebuah lem perekat yang membuat sebuah ikatan jadi lebih kuat, lebih bersatu untuk bersama...lebih lama dan selama-lamanya.
Sebenarnya saya belum punya banyak pengalaman untuk menjalin hubungan baik dengan pria, dan kapasitas belum memadai untuk nulis "kekonyolan" ini, pastinya ilmu kakak-kakak pasti lebih dari Dila. Hanya saja ini tulisan langsung di transfer dari hati. Semoga dengan kakak-kakak bersama bisa jadi semakin meningkat, iman semakin tinggi, ilmu semakin mendalam. Dan yang perlu diperhatikan ketika menikah adalah bukan hanya perkara cinta dan bahagia antara 2 orang muda-mudi tapi bagaimana membangun sebuah generasi penerus. Anak-anak yang semoga soleh dan solehah.
Yang terpenting, jaga kakak saya baik-baik. Karena memang tak ada yang sempurna. Ada sih sempurna, "Nasi Goreng Sempurna" dekat UGM.
Begitu aja deh.
Kalau bisa, jangan sampai ada air mata yang keluar kecuali karena manisnya bermunajat padaNya atau tangis kebahagiaan saja. Apapun alasannya...
tidak ada kata "meninggalkan" kecuali memang garis takdir yang berkata lain.
Selamat menempuh hidup baru,
Kaka Isti n' Ka Owi 02-04-2018
NB : Bahasanya agak alay ya n' ucapannya telat wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkw.


Komentar
Posting Komentar